Perjalanan Sang Juara

Perjalanan Sang Juara

Dua siswi SD Al-Irsyad 02 Cilacap berlaga diajang MAPSI SD Provinsi pada Sabtu, 9 November 2024. Pukul 08.00 keduanya memasuki ruang lomba masing-masing. Ustadz-Ustadzah pendamping menunggu dengan lantunan zikir dan doa membantu para siswa berjuang. Siang hari selesai lomba, lingkungan sekitar kampus IAIN penuh sesak dengan kendaraan para pendukung peserta lomba. 

Usai lomba, tim SD Al-Irsyad 02 menyempatkan diri mengunjungi museum Jenang Kudus. Museum Jenang Kudus adalah museum yang menampilkan cerita kota Kudus tempo dulu dan proses produksi Jenang yang terletak di Jalan Sunan Muria Kudus, Desa Glantengan, Kecamatan Kota Kudus, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Museum Jenang sekaligus menegaskan kota Kudus sebagai kota penghasil jenang terbesar di Jawa Tengah. 

Museum ini berada di lantai 2 gerai Jenang Mubarok Food yang didalamnya menggambarkan suasana kota Kudus dengan rumah adat khas Kudus, komplek Masjid Menara, makam Sunan Kudus dalam bentuk maket dan kitab Alquran besar di sampingnya. Museum dibuka sejak tahun 2017 ini juga menyediakan peminjaman baju adat Kudus untuk keperluan foto pengunjung.

Pembangunan museum ini mendapat pengaruh dari falsafah hidup Sunan Kudus yang disebut Gusjigang dengan arti Gus itu bagus, Ji berarti pintar mengaji dan Gang yang berarti pintar berdagang.

Museum Jenang didirikan pada tahun 2017 oleh PT Mubarokfood Cipta Delicia di bawah kepemimpinan Muhammad Hilmy.

Museum Jenang memajang miniatur yang menggambarkan proses pembuatan jennang, perlengkapan yang digunakan dari masa ke masa, maupun jenis kemasan yang digunakan. Selain itu juga terdapat foto-foto para generasi jenang Mubarok dari generasi pertama Mabruri-Alawiyah (1910-1940), generasi kedua, Shochib Mabruri-Istifaiyah (1940-1992), dan foto generasi ketiga Muhammad Hilmy-Nujumullaily (1992-sekarang) yang dipajang di dinding museum.

Museum ini juga menampilkan diorama Pasar Bubar Menara yang merupakan pasar yang sudah ada sejak 1930 dan berada di dekat Menara Kudus dan menjadi pasar jenang pertama di Kudus.

Terdapat juga koleksi media promosi pengusaha rokok kretek Nitisemito, miniatur rumah kembar, rumah kapal, koleksi permainan tradisional berupa ketapel, gangsing, bedil-bedilan, dakon, glindingan, bola bekel, terbang, kelereng serta karetan. Pembuatan display koleksi permainan tradisional bekerja sama dengan seniman lulusan Institut Seni Indonesia Yogyakarta dan memerlukan waktu tiga bulan pengerjaan.