Peran Keluarga dalam Pembentukan Karakter Anak

Peran Keluarga dalam Pembentukan Karakter Anak

Pengajian rutin komite yang diselenggarakan pada Jumat, 8 November 2024 bersama psikolog Indra Bayu Permana, S.Psi., M.Psi., di masjid Al-Ishlah kompleks perguruan Al-Irsyad Cilacap. Komite sekolah memberikan tema kajian sekaligus parenting, "Peran keluarga dalam pembentukan karakter anak". Tepat pukul 09.00 kajian dimulai, diikuti walimurid SD Al-Irsyad 02.

Narasumber memberikan beberapa poin penjelasan diantaranya yang pertama diperlukan orang tua yang mampu mengontrol emosi positif agar mampu mendidik anak. Kemudian dibutuhkan orang tua yang siap untuk membentuk karakter anak.

Rasa marah, sedih, bahkan cemburu, dibolehkan dan itu bagian dari membentuk karakter anak agar nuansa emosi anak juga berwarna untuk mengaktifkan stimulasi lingkungan. Banyak orang tuh lupa usia 0 sampai 4 tahun adalah pondasi awal karakter. Anak mengambil contoh perilaku orang tua di rumah. Karakter hasil meniru ini akan berdampak saat usia di kelas atas.

Sebelum orang tua menyalahkan guru, ingatlah terlebih dulu pembentukan karakter anak di rumah. Anak bukan seperti pakaian kotor yang dimasukan mesin cuci, keluar bersih. Ibarat dimasukan sekolah (dianggap sekolah sebagai mesin cuci), di sekolah terbaik pun, karakter utamanya dari rumah. Ibarat baju yang terlihat bersih padahal masih ada tempelan debunya debu itu pondasi awalnya karakter dari rumah.

Perbaikilah koneksi dengan anak terlebih dahulu, baru kemudian koreksi. Energi marah tidak bisa dihilangkan tetapi bisa dipindahkan. Sebaiknya kalau anak melakukan kesalahan pagi hari nasehati siang hari kalau siang hari nanti sore hari dan seterusnya.