Ku Sulap Galon Demi Kehidupanmu

Ku Sulap Galon Demi Kehidupanmu

Setelah melalui diskusi dengan rekan guru separalel, serta sosialisasi kegiatan P5 kepada walimurid, saatnya siswa beraksi melakukan kegiatan P5 (Penguatan Projek Profil Pelajar Pancasila). Melalui tema “gaya hidup berkelanjutan” dan mengacu kepada dimensi Profil Pelajar Pancasila, Projek “Memanfaatkan Kreativitas dalam Memenuhi Kebutuhan” ini bertujuan untuk membentuk pelajar yang mempunyai kesadaran untuk menjalani gaya hidup yang non-konsumtif dan juga menumbuhkan jiwa swakarya.

Unsur kreativitas yang ada dalam projek ini adalah universal, karena kreativitas ada dalam diri siapapun terlepas dari bidang mana individu itu bernaung. Dalam pengadaan barang-barang yang dibutuhkan untuk projek ini adalah bersifat memanfaatkan barang-barang yang sudah ada. Sekolah dapat memulai gerakan pengumpulan barang-barang yang sudah tidak digunakan tapi dapat diubah bentuk ataupun fungsinya. Siswa kelas 2 memanfaatkan galon air mineral bekas.

Galon tersebut diubah menjadi pot. Siswa mengecat dan menghiasnya menjadi pot yang indah. Per kelompok para siswa dibimbing gurunya masing-masing berkegiatan di halaman sekolah. Nampak juga beberapa walimurid membantu menyiapkan cat dan peralatannya. 

Hari yang lain, setelah pot dari bahan bekas sudah siap, diisi tanah media tanam. Dibantu walimurid, para siswa membawa tanah media tanam dari rumah. Menggunakan peralatan tanam, para siswa menanam tanaman, baik dari jenis bunga-bungaan, buah, maupun sayuran. 

Keesokan harinya ustadzah mengamati para siswa dalam memelihara tanaman. Ada yang menyiram tanaman, memberi pupuk, dan mendangir (membersihkan dan menata tanah dengan cangkul kecil di sekitar pohon supaya tanah tetap subur).

Dimensi P5 yang diharapkan agar siswa dapat bernalar kritis dengan sub elemen siswa dapat mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan mengolah informasi, dan gagasan.  Sehingga dapat tercapai target siswa melakukan penalaran konkrit dan memberikan alasan dalam menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan. 

Selain bernalar kritis, siswa juga diharapkan menjadi kreatif. Menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal. Dapat mengeksplorasi dan mengekspresikan pikiran dan/atau perasaannya dalam bentuk karya dan/atau tindakan serta mengapresiasi karya dan tindakan yang dihasilkan.