Kajian Subuh

Kajian Subuh

Ibadah yang kita amalkan harus mengacu apa yang dicontohkan Nabi dan diamalkan sahabat. Amalan meliputi jenis, jumlah, waktu, tempat, kadar, tata cara. Jika amalan ibadah tersebut memenuhi amal yang dapat diterima oleh Allah ta'ala, selain syarat keikhlasan.

Beliau nabi telah mempraktekkan amal ibadah yang telah dilihat oleh sahabat. Sahabat menceritakan kepada generasi selanjutnya. Contoh, "shollu kama roaitumunni usholli", sholatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku sholat.

Membaca Al Qur'an dengan mengkhususkan ayat atau surat tertentu dilakukan secara rutin, tidak ada tuntunannya. Nabi tidak pernah mencontohkan hal seperti itu. Kecuali pada anak-anak atau orang yang sedang belajar, atau pembimbingan.

Maka ibadah yang semula bersifat bebas atau terikat oleh waktu/tempat, tidak usah dibuat menjadi terikat. Misal ziarah kubur, tidak ada ikatan waktu. Kebiasaan masyarakat ziarah kubur saat malam Jumat, atau saat akan/setelah ramadhan