Coaching as Partnership

Coaching as Partnership

Belajar dari KUANTA Indonesia partner dalam mengembangkan pendidikan dimasa depan saat liburan lalu. SD Al-Irsyad 02 Cilacap menerapkan apa yang disampaikan oleh Coach Yuni Istikhah agar manajemen sekolah dalam menggapai pengembangan yang berterusan perlu melakukan coaching. Selama ini pihak manajemen hanya melakukan sebatas training, mentoring, concealing, diklat, workshop.

Coaching sebagai kerjasama (partnership) antara klien dan coach dalam dialog untuk provokasi berpikir dan proses kreatif yang menginspirasi klien untuk memaksimalkan potensi pribadi dan profesionalnya. Sayangnya, masih sangat sedikit institusi penyedia layanan pendidikan yang menerapkan coaching untuk memaksimalkan proses belajar siswa. coaching juga membangun kesadaran diri dan menggali potensi terdalam dari diri siswa sehingga dengan itu, siswa dapat mengembangkan dirinya, tidak hanya dalam pelajaran, namun juga dalam proses pengembangan dirinya secara utuh.

Manajemen SD Al-Irsyad 02 Cilacap menerapkan coaching bersama seluruh pegawai. Pertama-tama pegawai diminta mengisi format lembar kerja coaching. Dalam LK sudah tertera metode GROWT. Pegawai dipandu untuk mengisi Goal/keinginannya dalam lingkup kerjanya, R/realita yang ada berkaitan dengan keinginannya, O/option atau pilihan cara dalam meraih keinginannya, Will atau kemauannya dalam memilih strategi atau cara dalam menggapai goal-nya, dan Habit, atau kebiasaan apa yang dikehendaki akan terus berkelanjutan.